Gunung Klabat
merupakan gunung tertinggi di Provinsi Sulawesi Utara dengan letak koordinat 1027’12”LU
dan 125001’51”BT. Puncak ketinggiannya mencapai sekitar 2100 meter. Gunung
ini oleh masyarakat Tonsea (Minahasa Utara) disebut juga Gunung Tamporok.
Gunung ini merupakan obyek wisata alam dan dapat ditelusuri mulai dari Airmadidi (Ibu Kota Kabupaten Minahasa Utara). Gunung ini merupakan gunung api yang tidak aktif lagi. Puncak Gunung Klabat ini mempunyai kepundan berbentuk danau kecil dengan air yang sangat jernih.
Gunung ini merupakan obyek wisata alam dan dapat ditelusuri mulai dari Airmadidi (Ibu Kota Kabupaten Minahasa Utara). Gunung ini merupakan gunung api yang tidak aktif lagi. Puncak Gunung Klabat ini mempunyai kepundan berbentuk danau kecil dengan air yang sangat jernih.
Kata Klabat diambil dari
bahasa Minahasa "Kalawat" dialek Tonsea "Kalabat". Kata ini
disebutkan oleh para pelaut Portugis "Calabets" sebagai nama gunung
di pulau sulawesi, dari kata ini dinamakan sebagai nama pulau yang kemudian
Calabes jadi Calabes = Celebes yang menjadi Sulawesi akhirnya kata ini menjadi
nama pulau Sulawesi. Baca sejarah Sulawesi oleh David DS Lumoindong.
Nama Klabat diabadikan
menjadi nama desa Klabat, Stadion Klabat di Kota Manado, dan Universitas di
Airmadidi, Kabupaten Minahasa Utara. (Wikipedia.com)
Sebenarnya ada beberapa
jalur pendakian yang ada di gunung Klabat, jalur dari desa Laikit kecamatan
Dimembe Minahasa Utara, jalur dari desa Klabat Minahasa utara dan jalur umum
yang biasa di lalui oleh para pendaki, yaitu jalur dari ibukota Kabupaten Minahasa
Utara, jalur desa Airmadidi. Postingan kali ini saya ambil dari jalur umum yang
biasa dipakai oleh umum.
Di titik nol ini anda
dapat menggunakan angkutan kota (mikro) jurusan paal 2 (Rp. 2.000,-) lalu turun
di terminal Paal 2 yang "kata" pemerintah setempat bersih dan asri.
Setelah anda tiba di terminal paal 2 cari angkot jurusan aermadidi lalu turun di terminal aermadidi (Rp. 3.500,-)
Dari terminal aermadidi menuju kantor polsek aermadidi (Entry Point)
anda bisa menggunakan ojek setempat (Rp. 2.000,-), tapi saya kasih
saran sebaiknya anda berjalan kaki sambil melihat cewe2 minahasa ato
anda bisa singgah di sekretariat KMPA TUNAS HIJAU Aermadidi. setelah
anda berjalan kurang lebih sekitar 15 menit dari terminal aermadidi anda
akan menemukan kantor polsek aermadidi sebelah kiri anda.
siapkan berkas2 anda (fotocopy ktp +
surat jalan untuk pendaki luar daerah), setelah mendapat ijin dari bapak
Polisi terhormat, berdoalah menurut agama dan kepercayaan masing -
masing karena anda akan memasuki entry point dari pendakian ini (lorong kiri persis di samping kantor polsek).
sebelum track sebaiknya persiapkan baik2 bekal air minum karena sepanjang tracking akan kesulitan menemukan air.
Entry point - pos I
dari entry point sampe di pos I anda
akan melewati perumahan penduduk dan perkebunan penduduk serta dominasi
pohon kelapa yang akan menyambut anda sepanjang tracking ke pos I dengan
jalan setapak dan berpasir. waktu tempuh kurang lebih 60 menit anda
sudah berada di pos I. di pos I tidak ada pondok ato shelter.
Pos I - Pos II
waktu tempuh antara pos I ke pos II sekitar 90 menit. track semakin menanjak dengan kemiringan 30 derajat. Sekedar info Jalur pendakian cuma ada 2 pertigaan yang perlu di perhatikan. Pertigaan
pertama ambil yang belok kiri dan pertigaan ke dua ambil yang belok kanan. jika beruntung anda akan berpapasan dengan “Yaki” monyet hitam berjambul. dominasi pohon2 besar dan daerah yang datar dan luas memungkinkan anda beristirahat sejanak ato buka tenda di pos II.
pertama ambil yang belok kiri dan pertigaan ke dua ambil yang belok kanan. jika beruntung anda akan berpapasan dengan “Yaki” monyet hitam berjambul. dominasi pohon2 besar dan daerah yang datar dan luas memungkinkan anda beristirahat sejanak ato buka tenda di pos II.
Pos II - Pos V
kenapa saya melewatkan beberapa pos...?? karena karena jarak dan track
antar pos ke pos lainnya kurang lebih sama dan sama menanjak dengan
kemiringan yang menantang dengan kondisi jalan yang sama (gunung klabat
termasuk hutan hujan jadi jalannya sangat licin dianjurkan untuk memakai
sepatu treking yang memadai). kadang -kadang kita butuh bantuan tangan
(scrambling) dengan menggunakan pohon kekar ato akar pohon untuk
tracking. mungkin karena itulah kalangan pendaki lokal menyebutnya
"tangga helikopter".
waktu tempuh dari pos II -Pos V kurang lebih 4-5 jam (istirahat per pos
15 menit). untuk kalangan pendaki lokal biasanya melakukan tracking pada
malam hari.
Pos V - Pos VI
jika anda beruntung anda akan menemukan sumber air di jalur kiri sedikit
menurun. pos V merupakan daerah yang datar dan agak sedikit terbuka.
track menuju ke pos VI dihiasi ilalang dan pohon yang dipenuhi lumut.
jika sepanjang track dipenuhi kabut berarti anda sudah tak lama akan
tiba di pos VI. di pos VI ini anda bisa buka tenda karena daerah yang
luas dan datar, selain itu juga dekat dengan mata air, dan danau klabat.
Suasana danau di malam hari cukup menyeramkan. Danau Klabat terletak di
cekungan seperti kawah, dan ditumbuhi pohon-pohon kayu yang miring dan
batangnya penuh dengan lumut.
Pos VI - Puncak
Perjalanan ke puncak butuh waktu sekitar 15 - 20 menit. dengan jalan setapak yang ditumbuhi oleh alang - alang yang dalam bahasa Manado disebut “Kusu - kusu”. Perjalanan dari Pos V ini bisa dimulai tergantung dari rencana pendakian anda, jika ingin menikmati Sunrise ada baiknya memulai pendakian kepuncak sekitar jam 04.00 dini hari. Keadaan puncaknya berupa sebuah daerah yang datar dan angin bertiup cukup kencang. Apabila cuaca cukup baik kita akan bisa menikmati pemandangan kota Manado dengan pinggiran pantainya, keindahan pelabuhan Bitung, Gunung Lokon dan Gunung Mahawu, serta Gunung Tangkoko dan Dua Saudara.
Perjalanan ke puncak butuh waktu sekitar 15 - 20 menit. dengan jalan setapak yang ditumbuhi oleh alang - alang yang dalam bahasa Manado disebut “Kusu - kusu”. Perjalanan dari Pos V ini bisa dimulai tergantung dari rencana pendakian anda, jika ingin menikmati Sunrise ada baiknya memulai pendakian kepuncak sekitar jam 04.00 dini hari. Keadaan puncaknya berupa sebuah daerah yang datar dan angin bertiup cukup kencang. Apabila cuaca cukup baik kita akan bisa menikmati pemandangan kota Manado dengan pinggiran pantainya, keindahan pelabuhan Bitung, Gunung Lokon dan Gunung Mahawu, serta Gunung Tangkoko dan Dua Saudara.
Nice...jadi kepingin mendaki Klabat lagi...terakhir jaman SMA 24 taon lalu... :>)
BalasHapusNice post.
BalasHapusterimakasih untuk infonya.
Paling seru tracking pos 5-6.. begh.. so bisa gaya2 akrobat panjat itu hahaha...
BalasHapusSebagai Mahasiswa Universitas Klabat (Unklab) yang kampusnya tepat dibawah kaki gunung Klabat, kami memiliki slogan yaitu "Belum Kuliah Di Unklab, Kalah Belum Taklukan Gunung Klabat".. #salamlestari #banggapakaikacu
BalasHapusada guide nda ?
BalasHapusButuh kawan untuk daki, , ,kalau ada cpa tau pas cuti bisa NABAR
BalasHapusMobile phone +6285265089896
Info persewaan alat dong area klabat
BalasHapus